Halaman

Subscribe:

Main Menu

Jumat, Mei 02, 2008

Suka - Duka Jadi Programmer

Suka

1. Setelah lulus kuliah, cari kerja gampang. Demand posisi programmer sangat tinggi beberapa tahun terakhir ini.

Duka

1. Setelah kerja, belajar dan belajar dan belajar yang tidak pernah selesai. Ada teknologi baru, belajar. Ada yang baru lagi, belajar lagi. Intinya, ga pernah berhenti belajar. Cape deh… Kapan bisa bilang, “Get a life man…”

2. Deadline dan deadline dan deadline yang tiada pernah berhenti. Selesai satu projek, pindah ke projek lain. Selesai satu deadline, pindah ke deadline lain.

3. Kalau lagi senggang, trus browsing, trus dilihat bagian keuangan, trus dijutekin. “Emangnya gue ngegaji lo buat browsing… Ngapain kek. Kerja apa kek.” Lah, kalau emang ga ada kerjaan, masa mo nyari-nyari kerjaan. Iseng amat.

4. Tiap hari kerjanya duduk. Banyak duduk, perut buncit. Perut buncit, cewe lari.

5. (Lagi)Tiap hari kerjanya duduk. Banyak duduk, kena wasir. Kena wasir, lihat darah -> pingsan.

6. (Lagi)Tiap hari kerjanya duduk. Banyak duduk dan banyak kerja, rambut jadi gondrong, berjenggot, berkumis sehingga penampilan jadi dekil. Penampilan dekil, cewe menjauh. Lagi-lagi cewe pada lari.

7. Posisi kerjaan hanya : Junior Programmer dan Senior Programmer. Sudah, mandek. Mo bisa punya mobil, otomatis cari side job.

8. Kalau aplikasi buatannya eror, dicaci maki. Ga bakal dibayar. Kalau tidak muncul eror, dicari-cari sampai muncul. Duh, eror kok dicari-cari. Dah lah bayar aja invoice nya…

9. Dah tahu kerjaannya didepan komputer, kantor masih saja nyuruh pake baju berkerah. Padahal, kalau ketemu klien, yang menghadapi mereka adalah orang marketing atau project manager. Duh… Risih.

10. Program mau selesai, klien minta nambah ini itu. Katanya biar ini itu. Ga dikerjain, nanti bisa mengganggu operasional ini itu. Kalau ga dikerjain, ga mau dibayar. Kalau projek ga dibayar, gaji bisa telat. Jahat-jahatnya GAJI bisa ga dibayar.

…Dukanya banyak ternyata. So, jangan jadi programmer yah…

0 komentar: