Subscribe:

Main Menu

Selasa, Desember 22, 2009

GROUP_CONCAT di mysql

kemarin aku nyari-nyari fungsi ini. perasaan dulu pernah makai.. tapi lupa namanya.. biar gak lupa di tulis aja di blog :D.

fungsi ini digunakan untuk menggroupkan satu kolom yang berisi beberapa baris dijadikan satu baris. misalnya gini

Nama
-------
Ahmad
Ali
Bastomi

jika memakai ini hasilnya akan menjadi seperti ini

Nama
---------
Ahmad, Ali, Bastomi


fungsi ini sangat cocok untuk beberapa kondisi.. untuk melist beberapa tindakan yang menjadi satu baris saja. cara penggunaannya cukup mudah. seperti fungsi-fungsi group yang lain(ex.. MAX,MIN,AVG,dll). aturan penulisannya seperti ini

GROUP_CONCAT([DISTINCT] expr [,expr ...]
[ORDER BY {unsigned_integer | col_name | expr}
[ASC | DESC] [,col_name ...]]
[SEPARATOR str_val])
contoh :
mysql> SELECT student_name,
-> GROUP_CONCAT(test_score)
-> FROM student
-> GROUP BY student_name;
atau seperti ini
mysql> SELECT student_name,
-> GROUP_CONCAT(DISTINCT test_score
-> ORDER BY test_score DESC SEPARATOR ' ')
-> FROM student
-> GROUP BY student_name;




Senin, Desember 21, 2009

tersenyum saat orang-orang di sekelilingmu menangis

"Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis."

Seperti halnya kematian bapak.. aku menyesal tidak bisa melihat wajah beliau untuk terakhir kalinya.. T_T. tapi rasanya aku sedikit tenang dan senang saat ada saudaraku yang berhasil mengabadikan wajah beliau. Beliau terlihat tersenyum senang... seakan kebahagiaan telah di dapatnya. sementara orang-orang di seklilingnya terus menangisi kepergiannya.. T_T. semoga semua amal-amal beliau di terima oleh Allah.. amiin.

Sudah satu minggu lebih sejak kepergian beliau. tapi aku masih bisa mengingat dengan jelas dan merasakan suasana saat itu.. setelah dari rumah sakit. aku langsung pulang untuk melihat jenazah bapak. menyolati dan menguburkannya... di dalam perjalanan pulang aku terus memikirkan beliau. sedih hati terus kutahan. rasanya ingin menetes air mataku. tapi aku terus berusaha untuk tegar menghadapi cobaan ini.



Sesampai di rumah, aku melihat begitu banyak orang yang datang untuk mendoakan bapak. rasanya senang dan terharu.. terus aku masuk ke halaman rumah ku melihat kakakku.. di terlihat begiru tegar. Rasanya aku ingin menangis sedih.. tapi dengan melihat ketegarannya. aku sedikit bisa tenang. kakakku menyuruhku untuk segera masuk dan menemui nenek. Aku tahu aku tidak boleh meneteskan air mata saat bertemu beliau, agar beliat tidak bertambah sedih karenan kehilangan putra beliau. aku mencoba tegar dan mendengarkan setiap ucapan beliau dengan tenang.. beliau terus menangisi putranya.. aku tidak bisa berbuat apa-apa. hanya mencoba untuk tetap tegar dan menghibur beliau. kata-kata dari beliau yang aku ingat benar saat itu adalah beliau selalu meminta doa kepada bapak. saat nanti kalau nenek sudah tidak ada. tapi sekarang kenapa bapak yang meminta doa kepada nenekku.. T_T. rasanya hati ini tidak kuat mendengarnya.. tapi ku terus tegar dan berusaha menghiburnya...

setelah itu aku mencari jenazah bapak. ingin melihat beliau untuk terakhir kali. tapi aku sedikit kecewa karena jenazah beliau sudah di tutup dengan kain kafan dengan rapi. aku hanya bisa melihat kerandanya. T_T. aku mencoba meminta izin untuk melihat wajah beliau. tapi tidak di izinkan dikarenakan sudah tertata rapi. takut nanti akan keluar darah lagi. rasa kecewa karena tidak bisa melihat beliau terakhir kali.

mendengar shalawat-shalawat yang dikumandangkan.. melihat begitu banyak orang yang menangisi beliau. hati terasa senang. semoga beliau mendapatkan tempat yang terbaik disisiNya. mendengarkan cerita-cerita orang saat terakhir bertemu beliau. Ada yang bercerita terakhir bertemu mereka mencium bau yang sangat harum. ada yang bercerita saat melihat bapak seakan wajah bapak bersinar terang. Ya Allah.. maha suci engkau. ampunilah dosa-dosanya dan masukkanlah beliau kedalam orang-orang yang engkau cintai.

Saat mendengar berita adikku sudah dekat rumah. jenazah bapak segera di angkat ke musholla untuk segera di lakukan sholat jenazah. akupun ikut mengiringinya. begitu banyak orang yang ikut membantu mengangkat dan begitu banyak orang yang ikut menshalati beliau.. begitu banyak orang yang ikut mengangkat jenazah beliau mengiringnya sampai kepemakaman..

Kamis, Desember 17, 2009

HADAPI DENGAN SENYUM By DEWA 19


Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi
Biar terjadi...
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua....Kan baik-baik saja.

Bila ketetapan Tuhan
Sudah ditetapkan
Tetaplah sudah...
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah.

Reff...
Relakanlah saja ini
Bahwa semua yang terbaik
Terbaik untuk kita semua
Menyerahlah untuk menang.

Selasa, Desember 15, 2009

7 Desember 2009:10:32

Belum hilang rasanya rasa sedihku karena kehilangan seseorang yang aku sayangi.. sekarang sudah di berikan cobaan lebih berat lagi dengan kehilangan bapak. ya allah aku meminta pertolongan darimu. berikan hamba kesabaran dan kekuatan menghadapi ini.

Masih teringat setiap kerjadian. detik-detik dimana aku dikabari tentang meninggalnya bapak. Hari itu hari senin tanggal 7 Desember 2009, tepat jam 10:32. aku mendapatkan telpon dari adikku yang sedang mencari ilmu di pesantren langitan. dengan menangis tersedu-sedu adikku menelponku dan menyuruhku untuk pulang segera. dengan hati yang bingung aku terus bertanya kenapa dengan tiba-tiba aku di suruh pulang? dan kenapa adikku menangis seperti itu?. aku teringat semua anggota keluargaku. takut terjadi apa2.

langsung aku mencoba meminta izin untuk pulang. tapi belum di ijinkan karena harus ada alasan kuat kenapa aku harus pulang. aku mencoba menelepon adikku lagi meminta penjelasan darinya. masih dengan tangisnya. dia dengan singkat menceritakan "Bapak, bue karo aily kecelakaan. bapak kapundut. alhamdulillah bue karo aily gakpopo.." rasa percaya dan tidak percaya terus mengusik dalam pikiran. sejenak berpikir tentang apa yang di katakan adikku...

aku bingung dan tak bisa berpikir dengan baik.. aku pikir lebih baik aku pulang sekarang untuk lebih pastinya.. dengan menaiki sepeda motor aku berniat untuk langsung pulang ke tuban. di perjalanan pikiranku terus memikirkan hal ini... sampai tak terasa air mata membanjiri... pikiranku tak tenang bingung dan tidak bisa mempercayainya... sementara itu HPku terus berbunyi... telpon dan sms terus berdatangan... ingin mengabari dan mengucapkan bela sungkawa.aku tidak mempedulikan semua itu.. aku tidak sempat untuk memikirkan itu.

Di tengah perjalanan... aku mencoba untuk menenangkan diri. kuhentikan laju motorku.. berhenti didepan ruko2. kucoba untuk tenang. membuka handphone.. rupanya kakakku mencoba menghubungiku berkali-kali. setelah menelpon kakakku.. aku mulai bisa untuk tenang. dan langsung aku lanjutkan perjalanan. kali ini rencanaku tidak akan mengendarai sepeda motor sampe rumah. sampe terminal saja. ntar pulangnya naik bis. di karenakan aku masih belum bisa konsen. takut akan terjadi sesuatu.

di dalam perjalanan naik bis. pikiranku tetap tidak bisa tenang. terus memikirkan bapak. memikirkan keadaan ibu. dan adekku.. begitu juga handphoneku terus berdering mengiringi perjalanku..

Sesuai permintaan kakakku, aku akan turun tepat di depan pesantren langitan. setelah aku turun. aku teringat dengan adikku... aku belum membelikan oleh-oleh buat adik. berharap adikku tidak kenapa-kenapa. dan nanti akan senang saat aku membawakan oleh-oleh. langsung saja aku pergi ke toko pesantren langitan untuk sekedar membeli sedikit oleh-oleh. dan aku telpon kakak sepupuku yang sudah tinggal di dekat pesantren dan menjadi guru di sana. untuk sekedar mengabari kalau aku sudah berada di langitan.

tidak selang lama kakak sepupuku datang menjemputku. aku mencoba tanya beberapa hal kepada kakakku itu. bagaimana keadaan ibu dan adik. sekilas mendapat penjelasan dariNya aku sedikit tenang. karena mereka tidak mengalami luka yang serius.

Sesampai di Rumah sakit. aku langsung di sambut oleh keluarga yang sedang menunggu. rasa sedih mulai menghampiri.. aku mencoba untuk tegar.. tapi semua itu hilang saat aku melihat kondisi ibuku.. baju - bajunya sobek. darah yang hampir mengering masih ada di hampir sekujur tubuh. wajah ibuku yang penuh memerah entah karena darah ato kesdihan yang mendalam. dan juga jahitan di hampir seluruh wajahnya.. air mataku terus keluar tanpa bisa aku bendung. adikku ada di sebelah ibuku mencoba memberitahuku untuk jangan menangis agar ibu tidak bertambah sedih.. aku mencoba dengan keras untuk tegar.. aku keluar ruangan sebentar untuk menghapus air mataku. kulihat lagi ibuku.. dan mencoba untuk menenangkannya.. aku mencoba melihat sekeliling. aku tidak melihat adikku yang ikut kecelakaan di ruangan itu. setelah aku menanyakannya.. aku tahu kalau adikku masih ada di Ruang gawat darurat.

Segera aku turun dan menuju ke ruang gawat darurat. aku menemui adikku dengan luka-luka lecet dan darah di sekujur tubuh. bahkan darah keluar dari telinga kirinya.. tatapannya kosong.. diam tak banyak bicara seperti biasanya. terus diam memandang langit-langit ruangan. seakan bingung apa yang telah terjadi.. aku menghampirinya mencoba untuk menghiburnya... aku terus menemaninya saat dokter memriksanya.. mengendongnya ke dalam ruang rontgen.. aku tak tega untuk meninggalkannya.. tapi aku harus pulang kerumah untuk mensholati dan menguburkan bapakku..



Status Palsu by Vidi Aldiano

Separuh hati denganmu
Kujalani cintaku
Berusaha tuk jadi kekasih
Aku menipu dirimu
Ku bilang cinta padamu
Tapi dariku itu yang terbaik
Kau bukan pilihan
Karena ku tak sedikitpun Hasratku padamu

Reff :
Terpaksa aku mencintai dirimu
Hanya untuk status palsu
Setengah hati kujalani cinta
Karena aku tak suka denganmu
Kuberikan cintaku
Meski tak stulus hatiku

Kuharapkan engkau tak pernah tau
Rasa cintaku padamu
Hanya dibibir saja
Tak sedikitpun hati bicara
Semoga selama ini
Kau tak tau bahwa sesungguhnya
Aku tak mencinta

Back to Reff

Jika aku bisa menjadi lelaki pujaan
Yang selalu engkau impikan