Subscribe:

Main Menu

Rabu, Juli 28, 2010

Ireport : Crosstab Group

Seharian kemarin saya disibukkan dengan pembuatan crosstab group. saya mencoba beberapa cara untuk menampilkan sebuah laporan yang bentuknya crosstab tapi juga di kelompokkan per pasien. saya sudah menemukan satu cara yang berhasil.

yaitu dengan cara membuat sebuah group pasien. lalu crosstab saya letakkan di detail. untuk querynya saya buatkan sub dataset dengan parameter pasien. dengan cara ini bisa menampilkan laporan sesuai yang saya inginkan. hanya saja kecepatannya masih jauh dari kurang. dikarenakan setiap pasien perlu mengeksekusi query terus menerus.

setelah mencoba berkali-kali masih tetap saja kecepatannya kurang memuaskan. tapi alhamdulillah dari sebuah forum saya menemukan sebuah cara untuk membuat crosstab group yang ternyata sudah di sediakan oleh ireport itu sendiri.

Cara membautnya yaitu seperti berikut

1. misalkan data yang ingin kita tampilkan seperti berikut
Pasien 1
      Tanggal           jasa sarana        jasa dokter
     -------------------------------------------------------------
     01/01/2010        1000                1500
     02/01/2010        1000                1500

Pasien 2
      Tanggal           jasa sarana        jasa dokter
     -------------------------------------------------------------
     01/01/2010        3000                1500
2. pertama buatkan query untuk menampilkan data tersebut dengan field2 sbb:
      Nama Pasien
      Tanggal
      Nama Tagihan
      Jumlah
3. tambahkan group pasien di ireport
4. di group header letakkan nama pasien
5. di group footer letakkan crosstab yang akan menampilkan detailnya
      Tanggal           jasa sarana        jasa dokter
     -------------------------------------------------------------
     01/01/2010        3000                1500
6. klik crosstab lalu klik kanan -> crosstab properties > crosstab data > reset type: set ke group. dan untuk reset group pilih group pasien
7. seharusnya dengan cara seperti ini sudah akan tampil laporan yang di inginkan. selesai :)

Selasa, Juli 20, 2010

Tidak ada yang mengubah takdir kecuali do’a

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah takdir ialah doa seseorang.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.

Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik…!

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)