Wednesday, October 28, 2009

............

Alhamdulillah.. Segala puji bagi engkau ya rabb... tiada yang salah dengan semua takdirmu. setiap kejadian dan peristiwa aku percaya semuanya tidak lepas dari kekuasaanmu. tidak ada yang salah dengan semua yang terjadi selama ini.

Aku rasa inilah yang aku rasakan saat ini. Segala puji baginya. sesungguhnya allah itu maha baik.. setiap yang keluar dariNya adalah kebaikan. Aku tahu engkau memiliki rencana di balik kejadian yang aku alami sekarang ini. dan aku percaya rencana itu akan menjadi sangat indah.

Hamba hanya bisa mengucap Hamdalah dan Takbir untukmu ya rabb.. Terima kasih ya allah.. Sesungguhnya engkau Maha Besar.

Read more...

Wednesday, October 21, 2009

Alhamdulillah... Bismillah

Alhamdulillah.. Alhamdulillah...
Alhamdulillahi rabbil alamin...
Segala puji bagi engkau ya rabb...
Telah engkau berikan hamba waktu sampai saat ini

Syukron Ya Allah..
Terima kasih atas semua nikmat yang engkau berikan selama ini
Terima kasih atas semua rizqi yang engkau limpahkan selama ini
Segala puji bagi engkau untuk semua kebahagiaan selama ini

Astaghfirullah..
Hamba meminta ampun kepada engkau
Atas ke salahan hamba selama ini
Waktu yang engkau berikan tidak semua aku abdikan kepada engkau
Ampuni hambamu ini ya Rabb...


Bismillahirrahmanirrahim..
Dengan menyebut namamu ya rabbi..
Hamba meminta perlindunganmu ya rabb
Untuk sisa usiaku yang tersisa ya rabbi

Jadikanlah hamba pribadi yang bertaqwa
Jadikanlah hamba termasuk golongan yang engkau cintai
Tancapkan langkah2 hamba pada jalan yang engkau ridhoi
Tuntunlah hamba kepada keridhoanmu

Jangan engkau biarkan hamba tersesat..
Sesat kepada musuhmu setan yang terkutuk
Hamba berlindung kepadamu ya rabb
Jangan biarkan hamba berjalan sendiri di sisa jalanku ini

Di sisa usia hamba ini
Hamba berharap agar bisa terus berada di jalanmu
Hamba ingin agar hati dan jalan yang aku lalui
Mendapatkan ridhomu ya rabbi

Amiin... Amiin... Y rabbal 'alamin....

Read more...

Tuesday, September 29, 2009

Ya Allah, Tolonglah hamba

Di hati ini
Selalu terasa sesuatu yang mengganjal.
Terus mengusik diri ini.
Hingga tak tenang ku di buatnya.
Kemanapun aku pergi.
Apapun yang aku lakukan.
Perasaan ini terus mengusik benak pikiran ini.
Kemanakah aku harus berlari lagi.
Apa yang perlu aku lakukan
untuk mengusir batu kecil di dalam hati ini
bimbang dan ragu terus menghantui
Akankah jadi milikku
Ya Allah
Hamba tidak ragu akan ke kuasaanmu
Engkau bisa membuat diri ini tidak bernafas seketika
Hamba tidak meragukan kebesaranmu ini
Engkau bisa membuat Kaki dan tangan ini lumpuh seketika
Sesungguhnya semua ini milikmu
Engkau bisa merubah hati orang lalim
Menjadi orang yang berbudi luhur
Hamba tak meragukannya sedikitpun
Semua itu hal yang kecil bagi engkau
Ya Allah
Tolonglah hamba ini
Bantulah hambamu ini



Read more...

Friday, September 04, 2009

Perhitungan Zakat Profesi

Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurut dua cara:

  1. Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor seara langsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 3.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar: 2,5% X 3.000.000=Rp 75.000 per bulan atau Rp 900.000 per tahun.
  2. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan oleh mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 1.500.000,- dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulannya, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% X (1.500.000-1.000.000)=Rp 12.500 per bulan atau Rp 150.000,- per tahun.

Read more...

Thursday, September 03, 2009

sejarah wayang di indonesia

wayang berasal dari kata wayangan
yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita
sehingga bisa tergambar jelas dalam batin si penggambar
karena sumber aslinya telah hilang
(yang ngilangin bukan saya, lhoo . . . :-) :-) )

di awalnya, wayang adalah bagian dari kegiatan religi animisme
menyembah 'hyang', itulah inti-nya
dilakukan antara lain di saat-saat panenan atau taneman
dalam bentuk upacara ruwatan, tingkeban, ataupun 'merti desa'
agar panen berhasil atau pun agar desa terhindar dari segala mala
(masih ingat lakon 'sudamala', kan?)

di tahun (898 - 910) M wayang sudah menjadi wayang purwa
namun tetap masih ditujukan untuk menyembah para sanghyang
seperti yang tertulis dalam prasasti balitung
sigaligi mawayang buat hyang, macarita bhima ya kumara
(terjemahan kasaran-nya kira-kira begini :
menggelar wayang untuk para hyang
menceritakan tentang bima sang kumara)

di jaman mataram hindu ini,
ramayana dari india berhasil dituliskan dalam bahasa jawa kuna (kawi)

pada masa raja darmawangsa, 996 - 1042 M
mahabharata yang berbahasa sansekerta delapan belas parwa
dirakit menjadi sembilan parwa bahasa jawa kuna

lalu arjuna wiwaha berhasil disusun oleh mpu kanwa
di masa raja erlangga

sampai di jaman kerajaan kediri dan raja jayabaya
mpu sedah mulai menyusun serat bharatayuda
yang lalu diselesaikan oleh mpu panuluh
tak puas dengan itu saja,
mpu panuluh lalu menyusun serat hariwangsa
dan kemudian serat gatutkacasraya

menurut serat centhini,
sang jayabaya lah yang memerintahkan menuliskan ke rontal
(daun lontar, disusun seperti kerai, disatukan dengan tali)
di jaman awal majapahit wayang digambar di kertas jawi
(saya juga tidak tahu, apa arti 'kertas jawi' ini )
dan sudah dilengkapi dengan berbagai hiasan pakaian

masa-masa awal abad sepuluh
bisa kita sebut sebagai globalisasi tahap satu ke tanah jawa
kepercayaan animisme mulai digeser oleh pengaruh agama hindu
yang membuat 'naik'-nya pamor tokoh 'dewa'
yang kini 'ditempatkan' berada di atas 'hyang'

abad duabelas sampai abad limabelas
adalah masa 'sekularisasi' wayang tahap satu
dengan mulai disusunnya berbagai mithos
yang mengagungkan para raja sebagai keturunan langsung para dewa

abad limabelas adalah dimulainya globalisasi jawa tahap dua
kini pengaruh budaya islam yang mulai meresap tanpa terasa
dan pada awal abad keenambelas berdirilah kerajaan demak
( 1500 - 1550 M )

ternyata banyak kaidah wayang yang berbenturan dengan ajaran islam
maka raden patah memerintahkan mengubah beberapa aturan wayang
yang segera dilaksanakan oleh para wali secara gotongroyong
wayang beber karya prabangkara (jaman majapahit) segera direka-ulang
dibuat dari kulit kerbau yang ditipiskan
(di wilayah kerajaan demak masa itu,
sapi tidak boleh dipotong
untuk menghormati penganut hindu yang masih banyak
agar tidak terjadi kerusuhan berthema sara . . . )
gambar dibuat menyamping, tangan dipanjangkan,
digapit dengan penguat tanduk kerbau, dan disimping

sunan bonang menyusun struktur dramatika-nya
sunan prawata menambahkan tokoh raksasa dan kera
dan juga menambahkan beberapa skenario cerita
raden patah menambahkan tokoh gajah dan wayang prampogan
sunan kalijaga mengubah sarana pertunjukan yang awalnya dari kayu
kini terdiri dari batang pisang, blencong, kotak wayang, dan gunungan
sunan kudus kebagian tugas men-dalang
'suluk' masih tetap dipertahankan,
dan ditambah dengan greget saut dan adha-adha

pada masa sultan trenggana
bentuk wayang semakin dipermanis lagi
mata, mulut, dan telinga mulai ditatahkan
(tadinya hanya digambarkan di kulit kerbau tipis)

susuhunan ratu tunggal, pengganti sultan trenggana, tidak mau kalah
dia ciptakan model mata liyepan dan thelengan
(joan crawford pun mestinya bayar royalti pada dia, nih !)
selain wayang purwa sang ratu juga memunculkan wayang gedhog
yang hanya digelar di lingkungan dalam keraton saja
sementara untuk konsumsi rakyat jelata
sunan bonang menyusun wayang damarwulan

jaman kerajaan pajang memberikan ciri khas baru
wayang gedhog dan wayang kulit mulai ditatah tiga dimensi
(mulai ada lekukan pada tatahan)
bentuk wayang semakin ditata :
raja dan ratu memakai mahkota/topong
rambut para satria mulai ditata, memakai praba
dan juga mulai ditambahkan celana dan kain
di jaman ini pula lah sunan kudus memperkenalkan wayang golek dari kayu
sedang sunan kalijaga menyusun wayang topeng dari kisah-kisah wayang gedog
dengan demikian wayang gedog pun sudah mulai memasyarakat di luar keraton

di masa mataram islam wayang semakin berkembang
panembahan senapati menambahkan berbagai tokoh burung dan hewan hutan
dan rambut wayang ditatah semakin halus

sultan agung anyakrawati menambahkan unsur gerak pada wayang kulit
pundak, siku, dan pergelangan wayang mulai diberi sendi
posisi tangan berbentuk 'nyempurit'
dengan adanya inovasi ini muncul pula tokoh baru :
cakil, tokoh raksasa bertubuh ramping yang sangat gesit dan cekatan

sultan agung anyakrakusuma, pengganti beliau, ikut menyumbang
bentuk mata semakin diperbanyak
dan pada beberapa tokoh dibuat beberapa wanda (bentuk)
setelah semua selesai dilaksanakan, diciptakan seorang tokoh baru
raksasa berambut merah bertaji seperti kuku
yang akhirnya disebut 'buta prapatan' atau 'buta rambutgeni'
(catatan hms :
mungkinkah ini ada kaitannya
dengan berdirinya voc di tahun 1602 ? )

berbagai inovasi dan reka-ulang wayang masih terus berlangsung
dari jaman mataram islam sampai jaman sekarang
a.l. dengan munculnya ide-ide 'nyeleneh' para dhalang
berbagai peralatan elektronis mulai ikut berperan
dalam tata panggung maupun perangkat gamelan
begitu pula dalam hal tata pakaian yang dikenakan
oleh ki dhalang, pesinden, maupun para juru karawitan

dalam hal skenario-nya pun senantiasa ada pergeseran
sehingga kini sudah semakin sulit dihakimi
mana yang cerita 'pakem' dan mana 'carangan'
(cerita tentang asal-usul semar, misalnya,
ada beberapa versi yang semuanya layak untuk dipelajari )
tapi siapa sih yang bisa disebut 'berwenang menghakimi' ?

walau demikian, garis besar struktur dramatika-nya agaknya relatif tetap
pathet nem, pathet sanga, lalu pathet manyura
relatif standar dan tetap
seperti juga mengenai inti filsafatnya sendiri :
wayang adalah perlambang kehidupan kita sehari-hari

di sunting dari : Cerita Wayang

Read more...

Wednesday, September 02, 2009

Ku Berharap Ma'af dari mu

Rasanya sangat sepi
Rasanya sangat sedih
Ketar-ketir hati ini
Terus mengiringi kaki

Aku terlalu jauh melangkah
Terus melangkah seakan aku tersesat
Dalam rantauan yang takkan habis
Ku ingin kembali dalam kehangatan

Cahaya yang menyinari alam
Menyentuh hati dan kalbu
Kuingi kehangatan itu
Bisa kurasakan di hati

Sesat dan terjerumus
kedalam kotoran yang penuh dosa
dalam sanubari terus berteriak
berteriak dan berteriak meminta di dengarkan

kuingin kembali. kedalam pelukanmu
yang penuh kehangatan
dan memberi ketenangan di dalam jiwa
ma'afkan kesalahanku ini

Ku berharap ma'af dari mu,di bulan yang suci ini

Read more...

Monday, August 31, 2009

Mimpi semalam

Rasanya sudah lama banget gak ngeblog. hari ini rasanya pengen nulis ttg mimpi semalam. semalam aku mimpi sesuatu.. yang sampai sekarang masih terpikirkan olehku. padahal biasanya kalau saya mimpi bangun tidur udah lupa mimpi apa tadi.

Tapi kali ini gak seperti biasanya.. mimpi ini selalu terbayang dan terpikirkan olehku.. apakah arti dari mimpi ini?

semalam aku mimpi ttg seorang temanku. aku tak tahu siapa dia. yang jelas aku berteman dengan dia. terus karena kejadian suatu hal.. temanku mau membunuhku. aku mencegahnya.. tapi aku tidak bisa menghalanginya. dan akhirnya perkelahianpun terjadi. kami bertengkar dengan hebat. akhirnya dia mengeluarkan pisau. saat dia mau menusukku. untungnya aku bisa menangkapnya dan mengambil pisaunya. dan seketika itu pula aku menusuk lengannya. berharap dia mau menghentikan ini. tapi tetap saja. dia terus memberontak dan mencoba menyerangku. lallu aku kembali menusuknya ke kakinya.. hingga dia terjatuh. meski pun dengan luka seperti itu, dia tetap saja berusaha menyerangku. dan hampir membunuhku. dan akhirnya aku terpaksa aku menusuk tepat di jantungnya... sehingga dia terkelepar jatuh penuh darah. dia masih hidup dan akan memenuhi ajalnya. seakan kesakitan dengan sangat. dan terus memakiku.. aku tak tahan dan akhirnya aku tusuk lagi dia hingga dia meninggal.

apa sebenarnya arti dari mimpiku ini?

Read more...

Friday, July 24, 2009

Do'a Sholat istikharah

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”


Read more...

Thursday, July 23, 2009

Keutamaan Bulan Sya’ban

Rasulullah saw bersabda: “…Bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku…”(Mafatihul Jinan, bab 2, Sya’ban)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: Ketika bulan Sya’ban tiba Ali Zainal Abidin (sa) mengumpulkan para sahabatnya kemudian berkata: “Wahai sahabat-sahabatku, tahukah kamu bulan apakah ini? Bulan ini adalah bulan Sya’ban, Nabi saw bersabda: ‘Bulan Sya’ban adalah bulanku, berpuasalah kamu di bulan ini karena cinta kepada Nabimu dan mendekatkan diri kepada Tuhanmu’.
Aku bersumpah, demi Zat yang diriku dalam kekuasaan-Nya, sungguh aku mendengar ayahku Al-Husein (sa) berkata: ‘Aku mendengar Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as) berkata: ‘Barangsiapa yang berpuasa di bulan Sya’ban karena cinta kepada Rasulullah saw dan mendekatkan diri kepada Allah, Dia mendekatkannya pada kemuliaan-Nya pada hari kiamat dan mewajibkan baginya surga’.” (Mafatihul Jinan, bab 2, Sya’ban)
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan Allah. Barangsiapa yang berpuasa satu hari, maka wajib baginya surga. Barangsiapa yang dua hari, maka ia akan menjadi sahabat para nabi dan shiddiqin pada hari kiamat. Barangsiapa yang berpuasa penuh satu bulan dan bersambung dengan bulan Ramadhan, maka dosa-dosa diampuni, dosa kecil maupun dosa besarnya walaupun ia berasal dari darah haram.” Hadis ini bersumber dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) dari ayahnya dari bapak-bapaknya dari Imam Ali bin Abi Thalib (sa).(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 55)

Sya’ban Ibnu Abbas berkata: Para sahabat menyebut-nyebut keutamaan bulan Sya’ban di dekat Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia, Sya’ban adalah bulanku. Malaikat pemikul arasy mengagungkannya dan mereka mengenal haknya. Sya’ban adalah bulan yang di dalamnya rizki kaum mukminin ditambah. Di dalamnya amal kebajikan dilipatgandakan tujuh puluh kali, keburukan dihapuskan, dosa-dosa diampuni, dan kebajikan diterima. Di dalamnya Allah azza wa jalla membanggakan hamba-hamba-Nya, memandangi mereka yang berpuasa dan melakukan qiyamul layl, lalu Dia membanggakan amal mereka pada para malaikat pemikul arasy.”
Kemudian Ali bin Abi Thalib (sa) berdiri dan berkata: “Demi ayahku dan ibuku, ya Rasulullah! Tolong jelaskan pada kami tentang keutamaannya, agar menambah semangat kami untuk berpuasa dan qiyamul layl, agar kami lebih bersungguh-sungguh di dalamnya.”
Maka Rasulullah saw bersabda: “
Barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan Sya’ban, Allah mencatat baginya tujuh puluh kebajikan berbanding dengan ibadah satu tahun. Barangsiapa yang berpuasa dua hari di bulan Sya’ban, Dia akan menghapus keburukannya yang lalu. Barangsiapa yang berpuasa tiga hari di bulan Sya’ban, Dia akan mengangkat baginya tujuh puluh derajat di surga yang terdiri dari mutiara dan permata merah. Barangsiapa yang berpuasa empat hari di bulan Sya’ban, Dia akan meluaskan rizkinya. Barangsiapa yang berpuasa lima hari di bulan Sya’ban, Dia mencintai hamba-hamba-Nya. Barangsiapa yang berpuasa enam hari di bulan Sya’ban, Dia akan menyelamatkannya dari tujuh puluh macam bala’. Barangsiapa yang berpuasa tujuh hari di bulan Sya’ban, Dia akan menjaganya dari iblis dan para pasukannya dalam masa dan usianya. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari di bulan Sya’ban, ia tidak akan keluar dari dunia kecuali ia diberi minuman dari telaga kesucian. Barangsiapa yang berpuasa sembilan hari di bulan Sya’ban, ia akan dikasihani oleh malaikat Munkar dan Nakir saat keduanya mengajukan pertanyaan padanya. Barangsiapa yang berpuasa 10 hari di bulan Sya’ban, Allah akan meluaskan kuburnya tujuh puluh hasta. Barangsiapa yang berpuasa 11 hari di bulan Sya’ban, Dia akan memancarkan sebelas cahaya pada kuburnya. Barangsiapa yang berpuasa 12 hari di bulan Sya’ban, ia akan dikunjungi kuburnya oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai sangkakala ditiupkan (hari kiamat). Barangsiapa yang berpuasa 13 hari di bulan Sya’ban, tujuh malaikat langit akan memohonkan ampuanan baginya. Barangsiapa yang berpuasa 14 hari di bulan Sya’ban, semua binatang melata, binatang buas dan makhluk hidup di lautan akan memohonkan ampunan baginya. Barangsiapa yang berpuasa 15 hari di bulan Sya’ban, Tuhan Yang Mulia akan berseru untuknya: Janganlah ia dibakar dengan api neraka. Barangsiapa yang berpuasa 16 hari di bulan Sya’ban, tujuh puluhan lautan akan memadamkan api darinya. Barangsiapa yang berpuasa 17 hari di bulan Sya’ban, semua pintu neraka akan ditutup baginya. Barangsiapa yang berpuasa 18 hari di bulan Sya’ban, semua pintu surga akan dibukakan baginya. Barangsiapa yang berpuasa 19 hari di bulan Sya’ban, akan dikaruniakan padanya tujuh puluh ribu istana di surga yang terdiri dari mutiara dan permata merah. Barangsiapa yang berpuasa 20 hari di bulan Sya’ban, ia akan diberi tujuh puluh ribu pasangan bidadari. Barangsiapa yang berpuasa 21 hari di bulan Sya’ban, para malaikat akan mengucapkan selamat datang dan mengusap-ngusapkan sayapnya padanya. Barangsiapa yang berpuasa 22 hari di bulan Sya’ban, ia akan dianugerahi tujuh puluh pakaian dari sutera yang halus dan sutera yang tebal. Barangsiapa yang berpuasa 23 hari di bulan Sya’ban, maka saat ia keluar dari kuburnya datanglah padanya binatang melata dari cahaya, lalu ia menaikinya dan terbang menuju ke surga. Barangsiapa yang berpuasa 24 hari di bulan Sya’ban, ia akan diselamatkan dari kemunafikan. Barangsiapa yang berpuasa 25 hari di bulan Sya’ban, ia akan diberi syafaat oleh tujuh puluh ribu ahli tauhid. Barangsiapa yang berpuasa 26 hari di bulan Sya’ban, Allah mencatatnya sebagai orang yang selamat saat melintasi shirathal mustaqim. Barangsiapa yang berpuasa 27 hari di bulan Sya’ban, Allah mencatatnya sebagai orang yang diselamatkan dari neraka. Barangsiapa yang berpuasa 28 hari di bulan Sya’ban, wajahnya akan seperti bulan purnama pada hari kiamat. Barangsiapa yang berpuasa 29 hari di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh ridha Allah Yang Maha Agung. Barangsiapa yang berpuasa 30 hari di bulan Sya’ban, ia akan dipanggil oleh malaikat Jibril dari bawah Arasy: Inilah amal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya, inilah amal yang baru, dosa-dosamu diampuni yang lalu dan mendatang, Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia berfirman: “Sekiranya dosa-dosamu sebanyak jumlah bintang-bintang di langit, sebanyak tetesan hujan dan daun-daun pepohonan, butiran pasir dan sebanyak jumlah hari di dunia, niscaya Dia mengampunimu. Itulah karunia yang kemuliaan dari Allah setelah kamu berpuasa di bulan Sya’ban.” Hadis ini bersumber dari Muhammad bin Ahmad Al-Ma’adi, dari Muhammad bin Al-Husein, dari Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ali, dari Al-Hasan bin Al-Hasan bin Muhammad dari ayahnya, dari Yahya bin Abbas, dari Ali bin ‘Ashim Al-Wasithi, dari Atha’ bin Saib, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas.(Asyhur Ats-Tsalatsah: 47-49)
Rasululah saw Aisyah berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa lebih banyak di bulan yang lain daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” Hadis ini bersumber dari Sufyan Ats-Tsauri dari Shafwan bin Sulaiman dari Aisyah isteri Nabi saw. Hadis yang semakna juga bersumber dari Malik bin Anas dan Umar bin Harits dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah isteri Nabi saw(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 66)
Umar bin Hamer berkata: “Sesungguhnya puasa Nabi saw di bulan Sya’ban bersambung dengan puasa bulan Ramadhan.” Riwayat ini bersumber dari Ali bin Azhar Al-Ahwazi dari Fadhel bin ‘Iyadh dari Layts dari Nafi’ dari Umar bin Hamer.(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 66)
Yunus bin Ya’qub pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) tentang puasa di bulan Sya’ban: Apakah salah seorang dari bapak-bapakmu berpuasa di bulan Sya’ban? Beliau berkata: “Bapak-bapakku yang terbaik adalah Rasulullah saw, beliau paling banyak berpuasa di bulan Sya’ban.”(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 51)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Puasa di bulan Ramadhan adalah simpanan bagi seorang hamba untuk hari kiamat. Tidak ada seorangpun yang banyak berpuasa di bulan Sya’ban, kecuali Allah memperbaiki urusan penghidupannya, melindunginya dari keburukan musuhnya. Dan yang paling sedikit adalah orang yang berpuasa satu hari di bulan Sya’ban, wajib baginya surga.”(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 44)
Puasa dan Syafaat Rasulullah saw Rasulullah saw bersabda: “Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan Allah. Barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulanku maka aku pemberi syafaat baginya di hari kiamat. Barangsiapa yang berpuasa dua hari di bulan Allah, maka Allah mengampuni dosa yang lalu dan yang mendatang. Barangsiapa yang berpuasa tiga hari, maka dikatakan padanya: ia telah melakukan amal yang sebelumnya belum pernah dilakukan…” Hadis ini bersumber dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) dari ayahnya dari bapak-bapaknya dari Imam Ali bin Abi Thalib (sa). (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 44)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari di bulan Sya’ban, maka wajib baginya surga, dan Rasulullah saw pemberi syafaat baginya pada hari kiamat.” (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 61)
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan Allah azza wa jalla. Barangsiapa yang berpuasa di bulanku, aku pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. Barangsiapa yang berpuasa di bulan Allah azza wa jalla, Allah akan menghibur kesepiannya di kuburnya, menyambungkan kesendiriannya, ia akan keluar dari kuburnya dengan wajahnya seperti bulan purnama, menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya…” Hadis ini bersumber dari Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hamdani, dari Al-Hasan bin Ali, Ali Asy-Syami, dari Abdullah dari Khuzaimi dari Dhahhak dari Imam Ali bin Abi Thalib (sa).(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 64)
Puasa dan Rahmat Allah Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata: “Barangsiapa yang berpuasa hari pertama bulan Sya’ban, wajib baginya rahmat Allah. Barangsiapa yang berpuasa dua hari di bulan Sya’ban, wajib baginya rahmat dan maghfirah serta karamah dari Allah azza wa jalla pada hari kiamat. Barangsiapa yang di bulan Ramadhan, wajib baginya rahmat Allah. Barangsiapa yang berpuasa tiga hari dari akhir bulan Sya’ban dan bersambung dengan puasa bulan Ramadhan, Allah mencatat baginya seperti berpuasa dua bulan berturut-turut. Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan melakukan qiyamul layl, maka ia seperti hari dilahirkan oleh ibunya.”(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 52)
Istighfar dan Pengampunan Imam Ali Ar-Ridha (as) berkata: “Barangsiapa yang beristighfar kepada Allah swt tujuh puluh kali di bulan Sya’ban, Allah akan mengampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak jumlah bintang-bintang.” Riwayat ini bersumber dari Ahmad bin Muhammad Al-Hamdani, dari Ali bin Al-Hasan bin Ali bin Fadhal dari ayahnya, dia mendengar dari Imam Ali Ar-Ridha (sa). Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Puasa di bulan Sya’ban adalah penghapus dosa-dosa besar, sehingga sekiranya seseorang dibesarkan dari darah haram lalu ia berpuasa beberapa hari di bulan Sya’ban lalu mati, maka ia diampuni.” Kemudian seseorang bertanya: Doa apakah yang paling utama di bulan ini? Beliau berkata: “Istighfar, sesungguhnya orang yang beristighfar di bulan Sya’ban tujuh puluh kali setiap hari, seperti orang yang beristighfar tujuh puluh ribu kali di bulan yang lain. Lalu ditanyai lagi: bagaimana cara aku beristighfar? Beliau berkata: “Astaghfirullâha wa as-aluhut tawbah.” (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 56)
Malam Nishfu Sya’ban Ayah Ali bin Fadhal berkata: Aku pernah bertanya kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa) tentang malam Nishfu Sya’ban. Beliau berkata: “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka dan mengampuni dosa-dosa.” Aku bertanya lagi: Apakah sebaiknya memperbanyak shalat sunnah di dalamnya lebih dari malam-malan yang lain? Beliau berkata: “Di dalamnya tidak ada sesuatu yang harus menjadi beban, tetapi jika kamu ingin melakukan sesuatu, maka hendaknya melakukan shalat Ja’far Ath-Thayyar (shalat tasbih). Dan Perbanyaklah di dalamnya zikir kepada Allah azza wa jalla, istighfar dan doa. Karena ayahku berkata: ‘Doa di dalamnya mustajabah.”(Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 45)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Ali bin Abi Thalib (sa) benar-benar mengosongkan dirinya pada empat malam dalam satu tahun: Malam pertama bulan Rajab, malam Idul Adhha, malam Idul Fitri, dan malam nishfu Sya’ban.” Hadis ini bersumber dari Ahmad bin Idris dari Muhammad bin Yahya, dari Abu Ja’far Ahmad bin Abdullah dari ayahnya, dari Wahhab bin Wahhab, dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa). (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 46)
Shalat sunnah Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Pada malam ini (malam nishfu Sya’ban) kekasihku Jibril datang padaku dan berkata: wahai Muhammad, perintahkan pada umatmu jika telah datang malam nishfu Sya’ban, hendaknya salah seorang dari mereka melakukan shalat sepuluh rakaat, setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlash (10 kali). Kemudian sujud sambil membaca: اللهم لك سجد سوادي و جناني و بياضي يا عظيم كل عظيم اغفر ذنبي العظيم و إنه لا يغفر غيرك يا عظيم Jika ia telah melakukannya, Allah menghapus tujuh puluh dua ribu keburukannya, mencatat baginya tujuh puluh dua ribu kebaikan, dan menghapus tujuh puluh ribu keburukan kedua orang tuanya.” (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 65)WassalamGuslies

Read more...

Aaargh

Ya Allah....
Bebaskanlah diriku ini....

Read more...