Subscribe:

Main Menu

Rabu, Agustus 28, 2013

Configuration Document Type PR from Maintenance Order

Kebetulan saya sedang mencari konfigurasi mengenai document Type Purchase Requisition. dimana letak settingannya dan bagaimana cara menghubungkan antara maintenance order dan purchase requisition.

untuk membuat Document Type Purchase Requisition ikuti langakah-langkah berikut :
  • SPRO : Material Management -> Purchasing -> Purchase Requisition -> Define Document Type
  • di sini kita bisa membuat Document Type Baru, dst

dan untuk merelasikan antara maintenance order dan pruchase requisition, ikuti langkah-langkaah berikut :
  • SPRO - PLANT MAINTENANCE & CS - Maintenance and Service Processing - Maintenance and Service Orders - General Data - Define Account Assignment Cat. and Document Type for Purchase Requisitions
  • dst.
.

Rabu, Juli 17, 2013

Custom Palette(Picture Box) di Java

Semalam ada saudara yang minta di ajarin untuk menampilkan Gambar di Java netbeans. aku jadi teringat dulu pernah bikin tutorial mengenai ini.Membuat picture box di java
Setelah aku membuka kembali tutorial yang aku buat. aku sendiri kok jadi bingung implementasinya gimana... hahaha... yang bikin aja bingung, apalagi orang lain? haha...
jadi sekarang aku berniat untuk membuat ulang tutorial tersebut, semoga tutorial kali ini lebih jelas dari sebelumnya.

Berikut Step by Step dalam pembuatan picture Box di java.
  • Buat class bernama PictureBox. berikut Codenya.
import java.awt.Graphics;
import java.awt.Image;
import java.io.File;
import java.io.IOException;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;
import javax.imageio.ImageIO;
import javax.swing.JDesktopPane;
public class PictureBox extends JDesktopPane{
    public static String DEFAULT = "DEFAULT";
    public static String STRETCH = "STRETCH";
    public static String CENTER = "CENTER";
    public static String SCALE = "SCALE";
    private String url;
    private File file;
    private Image image;
    private String layout = STRETCH;

    public File getFile() {
        return file;
    }

Rabu, Juni 19, 2013

LSMW Step 2 s/d 5

Lanjutan dari Step by Step cara buat LSMW

Step 2. Maintain Source StructuresKlik tombol CREATE untuk membuat Source Structure. beri nama dan keterangan pada structure speerti contoh di bawah


Simpan dan kembali ke layar utama


Step 3. Maintain Source Fieldsbuat field dari Structure yang kita buat tadi. masukkan fieldname, type dan panjang dari tiap2 field.


Simpan dan kembali ke halaman utama

Rabu, Juni 05, 2013

Logical Database untuk CDHDR dan CDPOS

Sebagai functional SAP, seringkali saya kesulitan untuk mendapatkan sebuah data yang tidak di sediakan dalam TCODE biasanya.

seharusnya tugas ABAPER yang menyediakannya, tapi mereka sering berbelit-belit untuk membuat sebuah program. jadi solusi yang saya pakai pasti memakai SQ01 - SAP Query.

barusan saya kesulitan dalam menghubungkan table CDHDR dan CDPOS. di karenakan table tersebut adalah cluster table. jadi tidak bisa di join.

setelah mencoba nyari solusi akhirnya ada titik terang, aku bisa memakai logical database untuk menggabungkan kedua table tersebut, berikut Logical database untuk pembuatan SQ01 - SAP Query

AAV      Logical Database RV: Sales Documents
AKV      Logical Database RV: Sales Documents
ALV      Archiving Deliveries
ARV      Logical Database RV: Sales Documents
BBM      Archiving of Purchase Requisitions
CRK      Cost Centers - Total
ERM      Archiving of Purchasing Documents
ILM      Archiving Purchasing Info Records
ODK      Orders


#JustForMyArchive #Just Share

Senin, Februari 18, 2013

SAP - Step by Step cara buat LSMW

Berikut Tutorial Step By Step cara membuat LSMW.

LSMW di gunakan untuk mengupdate data di SAP secara massal.

Step pertama. gunakan TCODE : LSMW.
Klick pada tombol create button untuk membuat project, subproject dan object dari LSMW

Project, Subproject and Object:
Pada halaman awal, tentukan Project, Subproject dan Object yang akan di pakai. kita bisa membuat baru dengan Edit -> Create new entry.

     
Klik tombol Execute, jika Project, Subproject dan Object sudah selesai di buat

 

SAP : membuat SAP Query (SQVI)

di SAP sudah ada banyak sekali laporan-laporan yang bisa kita gunakan. jika laporan yang kita inginkan belum ada di SAP. kita bisa meminta ABAPER untuk membuatkan programnya. tanpa bantuan ABAPER kita juga bisa membuat laporan sederhana menggunakan SAP Query.

SAP query / Quickview di gunakan untuk membuat laporan sederhana tanpa menggunakan pemrograman ABAP.
Berikut ada contoh sederhana cara penggunaan SAP Query.

  • gunakan TCODE : SQVI
SQ01 - Quick View Creation
SQ01 - Quick View Creation

Kamis, Februari 07, 2013

SAP : Mencari Menu atau TCode

Menu yang ada di SAP sangatlah banyak sekali. kita tidak bisa menghapalkan kesemuanya sekaligus. sering kali kita lupa dan kebingungan dalam mencari menu ataupun TCODEnya. mencarinya satu persatu tentu saja akan sangat mensulitkan. berikut sedikit Tips dalam mencari menu atau TCode di SAP.



  • Gunakan TCODE : SEARCH_SAP_MENU
  • Masukkan description dari menu yang ingin di cari.
  • klik centang
  • akan tampil semua Menu sesuai dengan filter yang di masukkan

SAP : Mencari User yang bisa merelease PR

Sebelum sebuah Purchase Requisition (PR) di proses menjadi Purchase Order (PO) oleh Buyer, terlebih dahulu harus melewati proses Release / Persetujuan. yang biasanya di lakukan oleh manager/atasan masing-masing departement.

Mengenai siapa yang berhak merelease suatu PR. ini tergantung pada setting di tiap-tiap SAP dan kebijakan dari perusahaan. sehingga kerap kita lupa dan ingin mengetahui user siapa yang bisa merelease PR tersebut.

dalam merelease suatu PR perlu kita ketahui ada kode-kode yang menghubungkan antara user dan Release PR tersebut. dinamakan Release Code. misalkan CR berarti kode untuk jabatan CRO. atau M1 kode untuk jabatan Senior Manager , dll. kode-kode ini dapat kita lihat di Tab Release di Pruchase Requisition.

Satu PR bisa ada 1,2 atau lebih Release Code. ini berarti satu PR perlu di release oleh lebih dari satu user. tiap-tiap Release Code satu user yang merelease.

Berikut adalah cara agar kita mengetahui siapa yang memiliki/berhak untuk merelease PR dengan Release Code tersebut.

Senin, Februari 04, 2013

SAP : Query Trace

Query Trace di gunakan untuk melihat query apa saja yang di gunakan ketika melakukan sebuah transaksi. Dengan cara ini kita bisa mengetahui table apa saja yang di gunakan untuk menampilkan sebuah data atau melakukan transaksi.

Cara menggunakan Query Trace adalah sbb :
·         Gunakan TCODE : ST05
·         Centang SQL Trace dan klik tombol Activate Trace

Jumat, Februari 01, 2013

SAP : Setting History STAD

Kelemahan dari TCODE STAD adalah history yang tersimpan hanya sampai 48 jam. Jadi untuk aktifitas sebelum 48 jam yang lalu tidak bisa di tampilkan di sini. Kita bisa merubah ketentuan berapa lama aktifitas yang tersimpan. Caranya sebagai berikut

·         Gunakan TCODE : ST03N

SAP : User Activity

Sering kali saya sebagai konsultan SAP di minta untuk mengecek aktifitas dari user tertentu. Entah itu karena kesalahan edit transaksi ataupun karena yang lain.

karena satu user di pakai oleh banyak orang, dan ketika ada masalah, sering kali mereka melempar kesalahan. Mengaku tidak tahu menahu masalah itu, merasa tidak mengedit transaksi tersebut, bla..bla.. bla…. Banyak lah alasannya… hehe… :D

Untuk melihat aktifitas satu dari user tertentu. kita bisa menggunakan beberapa cara. Di sini saya contohkan satu cara saja :D

·         Gunakan TCODE : STAD
Di halaman pertama, masukkan beberapa kriteria yang ingin di tampilkan

·         Keterangan Field :

SAP : Lock / Unlock Transaksi

Saat kita melakukan sebuah transaksi update data. baik itu update Purchase Requisition, Notification, Maintenance Order ataupun yang lainnnya. SAP secara otomatis akan mengunci (Lock) Transaksi tersebut. agar user lain tidak bisa ikut-ikut merubah Transaksi yang sedang kita rubah.

Terkadang, di karenakan komputer lagi trouble, mati listrik atau apapun. user tidak sempat untuk melogout padahal user lagi mengedit transaksi di SAP. ini bisa mengakibatkan Transaksi tersebut masih terlock dan tidak bisa di edit lagi.

Agar kita bisa mengedit transaksi tersebut kita perlu melakukan Unlock untuk Transaksi Tersebut. berikut step by step untuk membuka Transaksi yang terkunci.

  • Gunakan TCODE : SM12
  • Pada halaman awal akan di minta untuk memasukkan user atau table dari transaksi yang terkunci. untuk contoh berikut saya cukup masukkan username nya saja.