Subscribe:

Main Menu

Rabu, Juni 10, 2009

Doa Amarah

Untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang diakibatkan kemarahan, ada baiknya Anda segera berdo’a untuk mengatasi gejolak emosi yang sering berbalik mengendalikan diri kita.

Rasulullah Saw bersabda, ”Allah telah mewahyukan kepada salah seorang Nabi di antara nabi-nabi-Nya: “Wahai keturunan Adam! Berdzikirlah kepada-Ku pada saat engkau marah niscaya Aku akan mengingatmu di saat Aku marah dan Aku tidak akan membinasakanmu di antara orang-orang yang Aku binasakan” (Mizan al-Hikmah 3 : 424)

Di dalam kitab-kitab yang ditulis para alim mazhab Ahlul Bait banyak sekali do’a-do’a yang berfungsi untuk mengatasi kemarahan. Saya hanya mengutip 2 buah do’a yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Al-Hasan ibn Fadhlin al-Thabarsiy di dalam Kitab yang disusunnya, Makarim al-Akhlaq meriwayatkan sebuah hadits dari Imam al-Shadiq as, bahwa beliau telah berkata, ‘Ucapkanlah do’a ini ketika (Anda sedang dilanda amarah) :

“Allahumma adzHib ‘annii ghaizha qalbi
waghfirlii dzanbii, wa ajirnii min madhaalaatil fitan.
As-alukabi ridhaaka, wa a’udzubika min sakhathika.
As-aluka jannatuka wa a’udzubika min naarika.
As-aluka al-khayr kullahu wa a’udzubika min syarri kullihi.
Allahumma tsabitnii ‘alal hudaa wash-shawaab,
waj ‘alnii raadhiyan mardhiyyan ghairo dhallan
wa laa mudhillan. Shallii ‘alan Nabiyi wa aalihi.”

Artinya : “Ya Allah, hilangkan dariku hati yang suka marah dan ampunilah dosa-dosaku dan jauhkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan. Aku memohon kepada-Mu ridha-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu akan surga-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka-Mu. Aku memohon kepada-Mu akan segala kebaikan dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan dan kejahatan. Ya Allah, teguhkanlah aku dalam petunjuk dan kebenaran. Dan jadikanlah aku orang yang ridha akan (qadla dan qadar-Mu) dan diridhai (oleh-Mu), bukan orang yang sesat dan disesatkan. Kesejahteraan kiranya atas Nabi (Muhammad) dan keluarganya”

Atau do’a yang singkat :

“Allahummaghfir dzanbii wa adzHib ghaizha qalbi
wa ajirnii minasy syaithaanir rajiim,
wa laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiim”
(Mustadrak al-Wasail 12 : 15)

Artinya : “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan hilangkan dariku hati yang suka marah dan jauhkanlah aku dari syaithan yang dirajam. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali karena pertolongan dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung”

Apabila berhadapan dengan orang yang panas hati atau pemarah. ada beberapa cara yang perlu di ambil

Pertama, Kita perlu lakukan dengan penuh kesabaran dan menegur secara berhikmah dan bukan dengan amarah juga.

Kedua, Jika sukar atau tidak sampai hati menegurnya, gunakan orang tengah sebagai jalan penyelesaian. Orang tengah yang dipilih itu harus bisa dipercayai, adil, dihormati masyarakat dan yakin bahwa dengan cara penyampaian orang tengah itu adalah benar dan kena caranya sehingga orang tersebut tidak menyalahkan kita nanti.

Ketiga, Di samping itu berdoa kepada Illahi dengan penuh kesabaran dan tanpa rasa jemu agar orang yang ditegur menjadi tenang hatinya, Insya Allah. Bacalah Surah Ali-Imran, ayat 83 di bawah ini:



Maksudnya: "Apakah selain daripada agama Allah mereka cari, dan baginya, menyerahlah sesiapa yang di langit dan yang di bumi, secara sukarela dan terpaksa dan kepada-Nya jua mereka dikembalikan."

Ayat tersebut hendaklah dibaca sebanyak 1,000 kali sehari. Apabila hendak digunakan baca tiga kali dan tiup kepada orang yang berkenaan atau ditiupkan ke dalam air untuk diminum oleh orang tersebut. Insyaallah, berkat doa dan air itu akan lembut hatinya.

0 komentar: