Halaman

Subscribe:

Main Menu

Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 01, 2011

Tujuh cakra dalam Avatar the last air bender

Kemarin melihat film Avatar The last airbender di Global TV episode Book two: Earth, Chapter 19: The Guru.. ada adegan yang menerangkan tujuh cakra dalam tahapan menguasai kebesaran Avatar. dari ketujuh cakra ini mengandung pesan-pesan moral tersendiri :).

Ada tujuh cakra energi dalam tubuh kita dan setiap energi memiliki tujuan tersendiri dan dapat terbendung oleh sifat emosional tertentu.

Inilah tujuh cakra tersebut:

1. Cakra Bumi(Muladhara) . Terletak di dasar tulang belakang. Dia disebabkan oleh kepercayaan. Terbendung oleh perasaan takut.

2. Cakra Air(Swadhisthana). Terletak di tulang kelangkang. Cakra ini dibebaskan oleh kesenangan dan dibendung oleh rasa bersalah. Kenyataan yang telah membuatmu menyalahkan dirimu telah terjadi. Tapi jangan membiarkannya menampar dan meracuni energimu. Jika kamu bisa berpikir positif, kamu akan bisa memaafkan dirimu sendiri.

3. Cakra Api(Manipura). Terletak pada lambung. Cakra ini dibebaskan oleh tekad. Terbendung oleh rasa malu. Terkadang kita merasa malu untuk melakukan suatu hal. jangan jadikan malu ini menghalangi tujuan dan cita-cita kita. kuatkan tekad untuk menuju cita-cita.

4. Cakra Angin(Anahata). Terletak di hati. Cakra ini di bebaskan oleh cinta. Terbendung oleh duka cita. Lepaskan semua duka citamu. Kamu mungkin sangat kehilangan. Tapi cinta adalah energi yang sangat penting. Cinta yang berakhir bagimu, bukan berarti akhir dari energi ini. Dia masih tetap ada di dalam hatimu dan tumbuh kembali menjadi cinta baru. Biarkan kesedihan mengalir keluar.

5. Cakra Suara(Vishuddah). Terletak pada tenggorokan. Dia berurusan dengan kebenaran. Terbendung oleh kebohongan. jangan berbohong tentang diri sendiri. terimalah semuanya.dan ceritakan semua dengan kejujuran.

6. Cakra Cahaya(Ajna). Terletak di tengah-tengah dahi. Dia berurusan dengan batin. Terbendung oleh ilusi. Ilusi terhebat pada tingkat ini adalah ilusi dari perpecahan. Merasa sesuatu itu terpisah, namun sebenarnya adalah satu kesatuan. Semua negara pada dasarnya sama. semuanya terhubung. semuanya satu kesatuan. Bahkan keempat elemen yang terpisah (air, bumi, api, dan angin) adalah ilusi. Elemen tersebut adalah satu kesatuan.

7. Cakra Pikiran (Sahasrara) Terletak di atas kepala. Dia berurusan dengan energi kosmis. Terbendung oleh hal duniawi. Apa hal yang membuatmu terikat pada dunia? Lepaskanlah semuanya itu. Biarkanlah airmu mengalir dengan bebas. tanpa terbebani dunia.

Selasa, Juli 20, 2010

Tidak ada yang mengubah takdir kecuali do’a

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah ta’aala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor yang dapat mengubah takdir ialah doa seseorang.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah…! Betapa luar biasa kedudukan do’a dalam ajaran Islam. Dengan do’a seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah ta’aala tentukan atas dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis. Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah ta’aala dan ia mau bersungguh-sungguh meminta dengan do’a yang tulus kepada Allah ta’aala Yang Maha Berkuasa.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah ta’aala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada Allah ta’aala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada Allah ta’aala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin berakhir dan bahkan berubah.

Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah ta’aala dengan sendirinya akan meninggalkan kebiasaan berdo’a dan memohon kepada Allah ta’aala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada sesuatu selain Allah ta’aala –termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu pulalah Allah ta’aala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang mempersekutukan Allah ta’aala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam kategori seorang musyrik…!

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min 60)

Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya ke dalam siksa Allah ta’aala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

“Barangsiapa tidak berdo’a kepada Allah ta’aala, maka Allah ta’aala murka kepadaNya.” (HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah ta’aala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah ta’aala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan, maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdo’alah kepada Allah ta’aala. Allah ta’aala Maha Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara do’a yang baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah ta’aala mengubah taqdir ialah sebagai berikut:

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR Muslim 4897)

Kamis, November 26, 2009

MUTIARA KATA KHALIL GIBRAN (1833-1931)

Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.

Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.

Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.


Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang

Jangan kaukira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.

Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati;
tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya

Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.

Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencuba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik kepahitan yang penuh misteri.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, kerana kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan

Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, kerana cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya

Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa.

Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatau kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan.


Rabu, Juni 10, 2009

Mikiro ing waktu isuk, Kerjo ing waktu awan, Mangan ing waktu sore, Turu ing waktu bengi

Mikiro ing waktu isuk (Beripikirlah pada waktu pagi) , memiliki arti teruslah belajar waktu kamu masih kecil. karena belajar saat kecil seperti mengukir di sebuah batu. akan terus terjaga ilmunya. belajarlah ilmu agama waktu kecil agar bisa memberikan tuntunan waktu dewasa nanti

Kerjo ing waktu awan(Bekerjalah di waktu siang), memiliki arti bekerjalah saat dewasa. mencari nafkah untuk dirimu dan keluarga. melaksanakan ilmu yang di dapat. dan mengajarkannya.

Mangan ing waktu sore(Makan di waktu sore), memiliki arti setelah waktu tua. tinggal menikmati hasil jerih payah kita. makanlah sepuasnya. tenang menikmati hidup dan kedekatan dengannya

Turu ing waktu bengi(Tidur waktu malam), memiliki arti saat meninggal akan bisa meninggal dengan tenang. insya'allah.

Kata bijak ini memiliki arti. manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. waktu seperti pedang. jika tidak pandai menggunakan pedang. kamu akan terluka sendiri. manfaatkanlah baik-baik waktu itu. atau akan menyesal nanti.

Waktu muda adalah waktu yang sangat berharga. belajarlah, bekerjalah, manfa'atkanlah untuk bekal di hari tuamu.

Masa muda cuma sekali saja, jangan digunakan untuk foya-foya, ketahuilah sesudah tua nanti kamu tidak akan muda lagi.

waktu muda waktu sangat riskan, jaga diri dan pergaulan, jangan sampai kau salah pergaulan akibatnya hanya menimbulkan penyesalan.

pemuda singsingkanlah lengan baju, demi untuk menyongsong masa depanmu, belajar dan bekerjalah yang giat. biar tidak jadi sasaran nasehat.

Selasa, Februari 03, 2009

Dalam BerTobat

“Kalau Tuhan tidak berkenan menerima tobat seorang hamba, apakah mungkin hamba itu tergerak menjalani tobat? Untuk berhenti dari dosa, jangan simpan kata “akan” atau “andaikata” sebab hal itu akan merusak ketulusan niatmu.

(Rabi'ah Al-Adawiyah)

Kamis, Mei 29, 2008

Yang Di CInta

Aku mencintai Zat yang membuatku sadar akan anugerah, yang berbagai macam karunia-Nya menyebabkanku dikenai kewajiban, yang dekat dengan segenap kalbu, yang mengabulkan orang-orang yang membutuhkan

Selasa, Mei 20, 2008

Ketaatan sejati

Ketaatan sejati adalah demi ketaatan itu sendiri, bukan karena mengharap surga atau takut pada neraka.

(Rabi'ah al-Adawiyah)

Cinta dan Kesenangan

Jika seseorang mencintai orang lain karena memberinya kesenangan, seharusnya ia tidak menganggap bahwa ia mencintai orang tersebut sama sekali. Cinta, pada kenyatannya adalah, kendati hal ini tidak disadari, ditujukan pada kesenangan. Sumber kesenangan merupakan sasaran perhatian sekunder, dan hal itu dirasakan hanya karena persepsi mengenai kesenangan tidak cukup baik dikembangkan untuk mengenali dan menggambarkan perasaan yang sebenarnya.

Senin, April 28, 2008

Aku tahu

Aku tahu , rizkiku tak mungkin diambil orang lain
Karenanya, hatiku tenang

Aku tahu,amal-amalku tak mungkin dicuri orang lain
Maka aku sibukkan diriku untuk beramal

Aku tahu, Allah selalu melihatku
Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat

Aku tahu, kematian menantiku
Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.

Aku tahu,